Pertumbuhan penggunaan kripto di Indonesia menunjukkan peningkatan yang positif, terutama di kalangan generasi muda seperti Gen Z dan milenial muda yang menjadi pendorong utama adopsi nasional. Meskipun demikian, tingkat partisipasi dari generasi muda ini belum sepenuhnya mencerminkan tingkat literasi keuangan yang memadai.
Menurut Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, sebagian besar responden sudah akrab dengan kripto, di mana lebih dari separuh dari mereka berasal dari Gen Z yang aktif mengintegrasikan kripto ke dalam percakapan keuangan sehari-hari di media digital dan komunitas online. Fenomena ini menegaskan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia, seperti yang terlihat dalam kegiatan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 di Universitas Sebelas Maret, Solo.
Dino Milano Siregar, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) OJK, mengungkapkan bahwa meskipun partisipasi tinggi dari generasi muda dalam pasar kripto, masih terdapat kekurangan dalam hal literasi keuangan yang matang. Ia menyoroti bahwa keterlibatan Gen Z dalam kripto tidak selalu didasarkan pada investasi yang rasional, namun juga dipengaruhi oleh dinamika sosial di dunia digital.
Menurut Dino, perlu dilakukan peninjauan kritis terhadap partisipasi generasi muda dalam kripto, karena tidak semua keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang kuat, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti social learning, pengaruh teman sebaya, atau rasa takut ketinggalan. Ia menekankan pentingnya edukasi dan literasi dalam memastikan bahwa generasi muda tidak hanya mengikuti tren tanpa memahami risiko dan strategi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan keuangan yang cerdas.


