Asosiasi Perbankan Amerika (American Bankers Association/ ABA) telah mengeluarkan peringatan terkait pengizinan stablecoin untuk menawarkan bunga, yang dapat menyebabkan eksodus besar-besaran dari sistem perbankan tradisional. Hal ini merespons makalah penelitian baru-baru ini dari Gedung Putih yang meremehkan risiko persaingan stablecoin. Meskipun Dewan Penasihat Ekonomi (Council of Economic Advisers) menyatakan bahwa larangan imbal hasil stablecoin dapat sedikit meningkatkan pinjaman bank, ABA berpendapat bahwa fokus seharusnya ditempatkan pada ancaman pelarian simpanan. Departemen Keuangan 2025 memperkirakan bahwa adopsi stablecoin yang populer dapat menarik USD 6,6 triliun dari bank-bank Amerika Serikat. Para pemimpin industri dari sektor perbankan dan kripto tengah berdiskusi mengenai rancangan undang-undang Senat yang bertujuan untuk mengatur aset digital. Legalitas pembayaran hasil stablecoin menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan sebelum rancangan undang-undang tersebut diputuskan bulan ini. Kepala Ekonom ABA, Sayee Srinivasan dan Wakil Presiden Yikai Wang menyampaikan kekhawatiran terkait dampak yang mungkin timbul dari pengizinan bunga pada stablecoin, yang bisa menguras dana dari pemberi pinjaman lokal ke lembaga-lembaga yang lebih besar, dan memperketat ketersediaan kredit di kota-kota kecil.
Stablecoin yang Menghasilkan Bunga: Berdampak pada Penarikan Simpanan Bank
Related articles


