Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Ekosistem Pesantren sebagai langkah strategis untuk mendukung Program Prioritas Pemerintah dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam acara Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kepala OJK menyampaikan pentingnya peran pondok pesantren dalam mendukung program prioritas pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekadar pemenuhan gizi, namun juga berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang ekonomi yang luas.
Dalam mendukung ekosistem pesantren, OJK bukan hanya berperan sebagai regulator tetapi juga sebagai katalis dan fasilitator. Melalui kegiatan FEBIS, pelaku usaha dikenalkan pada alternatif pembiayaan syariah dan dipertemukan langsung dengan lembaga keuangan syariah untuk peluang pembiayaan. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri keuangan, pesantren, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi pesantren serta mendukung program prioritas pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
OJK juga mendorong peningkatan literasi keuangan syariah bagi santri melalui kegiatan SAKINAH dengan tema “Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat”. Santri diberikan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan syariah, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, dan pentingnya gizi untuk mencapai kesejahteraan di masa depan. Program MBG juga merupakan inisiatif penting bagi masyarakat yang melibatkan jutaan relawan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan dampak bagi perekonomian.
Perluasan akses keuangan syariah di ekosistem pesantren juga didorong melalui kegiatan FEBIS dengan business matching antara pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, SPPG, dan pelaku usaha lainnya. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu pelaku usaha memahami produk keuangan syariah sesuai kebutuhan dan kemampuan. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem pesantren yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait seperti Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua PBNU, Direktur Utama Bank Syariah Nasional, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, dan Forkopimda Jawa Timur. Sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil menjadi kunci dalam mendukung pengembangan ekosistem pesantren yang berkelanjutan.


