Vape, alternatif yang dianggap lebih aman daripada rokok konvensional, ternyata memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Profesor Agus Dwi Susanto dari FKUI mengungkapkan bahwa pengguna vape rentan mengalami adiksi karena kandungan nikotin di dalamnya. Sebanyak 79,5% pengguna vape menjadi adiksi karena nikotin, dan sebagian dari mereka bahkan beralih menjadi pengguna rokok konvensional. Selain itu, cairan vape mengandung bahan karsinogen seperti formaldehida dan asetaldehida, yang dapat meningkatkan risiko kanker. Meskipun bukti langsung pada manusia masih terbatas, studi laboratorium menunjukkan adanya risiko tersebut. Selain itu, zat toksik dalam vape juga dapat memicu peradangan di saluran pernapasan dan pembuluh darah, meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, asma, dan penyakit paru kronik._ROUTE: liputan6.com/health/vape-bahaya-kesehatan


