Munas PB Percasi: Agustiar Sabran Terpilih Pimpin Catur Nasional 2026-2030
Peralihan kepemimpinan di tubuh Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau PB Percasi berlangsung mulus dalam Munas XXX yang digelar di Jakarta pada 10-12 April 2026. Agustiar Sabran resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026-2030, menggantikan GM Utut Adianto yang sebelumnya telah dua kali memimpin organisasi tersebut. Penetapan ini menandai babak baru bagi catur Indonesia, di tengah dorongan kuat untuk melakukan regenerasi dan pembenahan pembinaan.
Hasil suara yang hampir bulat
Dari 37 Pengprov Percasi yang tercatat, hanya 34 yang hadir dan menggunakan hak suara. Hasilnya, 33 suara mendukung Agustiar Sabran, sementara satu suara memilih abstain. Dengan komposisi itu, rapat paripurna Munas XXX PB Percasi berjalan singkat karena para peserta telah lebih dulu sepakat memberi rekomendasi kepada Agustiar untuk memimpin organisasi hingga 2030.
Munas kali ini mengusung tema “Indonesia Emas, Catur Prestasi”, yang menegaskan arah pembinaan catur nasional tidak sekadar soal kompetisi, tetapi juga pembangunan sistem yang lebih berkelanjutan. Dalam forum tersebut, pemilihan ketua umum menjadi agenda utama dan berjalan tanpa dinamika yang berlarut.
Utut dorong regenerasi dan digitalisasi catur
Dalam pernyataannya, Utut Adianto menekankan pentingnya regenerasi di tubuh Percasi. Ia juga menyoroti perlunya penguatan konsep digitalisasi catur di sekolah-sekolah sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan pembinaan ke depan. Menurutnya, pembaruan semacam ini penting agar catur tetap relevan dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
Keputusan menyerahkan tongkat estafet kepada Agustiar Sabran juga memberi sinyal bahwa PB Percasi ingin membuka ruang bagi pendekatan baru dalam pengelolaan organisasi. Di tengah kebutuhan pembinaan yang makin kompleks, transisi ini diharapkan tidak hanya mengganti figur, tetapi juga memperkuat arah kerja organisasi.
Erick Thohir berharap ada energi baru untuk catur Indonesia
Menpora RI Erick Thohir menyambut terpilihnya Agustiar dengan harapan besar. Ia menilai catur Indonesia membutuhkan sentuhan baru agar perkembangan olahraga ini bisa melaju lebih cepat. Erick juga menegaskan bahwa seorang ketua umum harus memiliki passion dan waktu yang cukup untuk mengurus cabang olahraga yang dipimpinnya.
Selain soal kepemimpinan, Erick menyoroti pentingnya pendanaan yang berkelanjutan. Ia menyebut dukungan anggaran tidak hanya bersumber dari pemerintah, tetapi juga bisa datang dari sektor swasta dan masyarakat. Dengan dukungan yang lebih luas, harapannya catur Indonesia dapat menata pembinaan secara lebih serius dan melahirkan prestasi yang lebih besar di masa mendatang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


