More

    Pungutan Bea Keluar Nikel: Purbaya Menyukai Keuntungan dengan Menjaga Diam

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi permintaan industri nikel untuk menunda pungutan bea keluar komoditas mineral strategis tersebut. Permintaan ini disebabkan oleh adanya gangguan harga bahan baku yang digunakan dalam pengolahan nikel, yaitu sulfur. Menurut Purbaya, alasan untuk menunda pungutan tersebut belum dapat diterima begitu saja karena pemerintah perlu melakukan penelitian lebih lanjut terkait struktur harga untuk setiap ekspor komoditas nikel dari Indonesia. Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan eksportir gelap komoditas nikel dan Kementerian ESDM sedang mempertimbangkan formula baru terkait Harga Mineral Acuan (HMA) untuk komoditas nikel. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa formula HMA nikel yang baru akan memperhitungkan nilai kandungan mineral ikutan seperti kobalt dan besi yang selama ini belum dihargai optimal. Perubahan yang disiapkan pemerintah hanya akan berfokus pada rumus dan formula perhitungannya tanpa mengubah jadwal penerbitan dan penetapan harga acuan yang tetap berjalan rutin seperti biasanya.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles