Amerika Serikat, Iran, dan beberapa mediator regional sedang melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata selama 45 hari untuk membuka jalan menuju pengakhiran permanen perang. Dalam negosiasi ini, empat sumber yang mengetahui upaya diplomatik tersebut, menyebut bahwa Pakistan, Mesir, dan Turki berperan sebagai mediator. Selain itu, terdapat pula komunikasi melalui pesan teks antara utusan Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Proposal dari pemerintahan Trump telah disampaikan kepada Iran dalam beberapa hari terakhir, namun hingga saat ini belum ada penerimaan resmi. Mediator sedang mengkaji kesepakatan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah gencatan senjata selama 45 hari, di mana selama periode tersebut negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen akan dilakukan. Sedangkan tahap kedua adalah kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang.
Isu utama dalam negosiasi ini adalah pembukaan Selat Hormuz dan penyelesaian masalah uranium Iran yang diperkaya tinggi. Para mediator mencari langkah-langkah membangun kepercayaan agar Iran dapat memenuhi tuntutan terkait kedua isu tersebut. Iran diharapkan dapat mengambil langkah parsial dalam tahap awal kesepakatan sebelum gencatan senjata 45 hari dimulai.
Selain itu, mediator juga akan mempertimbangkan langkah-langkah dari pihak Amerika Serikat untuk memberikan jaminan kepada Iran bahwa gencatan senjata tidak bersifat sementara. Kedua belah pihak saling menjaga agar perlakuan tidak melanggar kesepakatan. Para mediator memperingatkan bahwa waktu untuk taktik negosiasi tambahan semakin sempit dan menekankan pentingnya mencapai kesepakatan sebelum terjadi kehancuran besar.


