Menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan ciri khas yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Menurut Komite Syariah Rumah Sakit Al Islam Bandung, Ma’mur Hidayat, hal ini adalah bagian dari penerapan konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi, karena segala sesuatu yang diberikan akan berbalik untuk kebaikan diri sendiri. Hidayat mencatat bahwa ajaran Rasulullah menunjukkan pentingnya umat Islam untuk selalu berbuat baik terhadap sesama dan makhluk hidup lainnya.
Menurut Hidayat, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain adalah indikasi dari seberapa besar keimanan seseorang. Kehadiran manusia sejatinya ditentukan oleh sejauh mana ia memberdayakan dirinya sendiri. Apakah ia bermanfaat bagi orang lain, atau justru menjadi beban bagi orang lain. Hidayat menegaskan bahwa setiap amal akan berdampak kembali pada pelakunya. Sebagaimana ketika kita memberikan manfaat kepada orang lain, manfaat tersebut akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri, dan sebaliknya.
Hidayat juga menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor yang dapat diamalkan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, di antaranya adalah ilmu agama dan ilmu umum. Manusia dapat memberikan manfaat kepada orang lain melalui pengetahuan yang dimilikinya, baik itu pengetahuan agama maupun pengetahuan umum. Hal ini dapat dilihat dalam pelayanan di rumah sakit, dimana informasi dan edukasi diberikan kepada pasien-pasien untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam menjaga kesehatan.
Contohnya adalah ketika seseorang menggunakan pengetahuan agamanya untuk memberikan ketenangan kepada orang sakit melalui doa, sehingga pasien merasa didukung secara spiritual. Ilmu agama juga dapat memberikan manfaat melalui pendekatan keagamaan dengan memberikan bimbingan ibadah sesuai ajaran Rasulullah. Dengan demikian, menjadi pribadi yang bermanfaat memerlukan penggunaan ilmu agama maupun ilmu umum untuk memberikan dampak positif bagi orang lain.


