Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya mengungkapkan bahwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, merupakan ancaman serius bagi demokrasi. Dimas menyatakan bahwa situasi tersebut menunjukkan kondisi yang semakin memperburuk para pembela hak asasi manusia. Menurutnya, Andrie Yunus adalah sosok yang gigih dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia dan demokrasi, yang dibuktikan dengan solidaritas teman-teman sejak kejadian tersebut terjadi. KontraS sendiri telah berjuang selama hampir tiga dekade untuk isu HAM di Indonesia, dan genap berusia 28 tahun tahun ini. Dimas menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk kekerasan yang harus dikecam, mengingat pentingnya perjuangan KontraS dalam mendorong perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.


