Menjelang bulan suci Ramadan, gaya hidup sehat menjadi perhatian utama bagi banyak orang. Ahli kebugaran dan konsultan diet, Muhammad Isman, menekankan pentingnya berbuka puasa dengan bijak. Menurutnya, tidak disarankan untuk makan dalam jumlah besar dan terburu-buru karena dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Pada saat berbuka, disarankan untuk minum air putih secara perlahan-lahan untuk menyeimbangkan kadar asam lambung setelah seharian berpuasa. Setelah merasa nyaman, Isman menyarankan untuk mengonsumsi takjil manis seperti kurma atau buah-buahan yang dapat membantu pulihnya tenaga dengan cepat. Hindari penggunaan gula pasir, gula putih, atau pemanis buatan.
Isman juga menyarankan untuk melaksanakan Salat Maghrib setelah takjil. Gerakan salat yang lembut dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Ketika makan malam, disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan komposisi 1/3 piring nasi, 1/3 piring lauk, dan 1/3 piring sayuran. Jika masih lapar, tambahkan lauk atau sayuran, dan ada yang menyarankan untuk mengonsumsi sayur dan ikan.
Setelah tubuh beradaptasi dengan makanan berbuka puasa, lambung sudah siap untuk menerima makanan lebih banyak saat sahur. Isman menyarankan untuk mengonsumsi makanan favorit atau makan dengan porsi besar antara pukul 02.00 dini hari hingga waktu imsak tiba. Dengan pola makan yang bijak dan seimbang, menjalani puasa di bulan Ramadan akan menjadi lebih nyaman dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.


