More

    Utada Hikaru: Original Soundtrack Chibi Maruko-chan

    Penyanyi Jepang Utada Hikaru kembali mencuri perhatian, kali ini bukan lewat album baru, melainkan lewat kolaborasi yang terasa sangat personal. Ia resmi dipilih untuk mengisi soundtrack anime Chibi Maruko-chan melalui lagu berjudul Pappa Paradise, yang akan dipakai sebagai lagu penutup film edisi spesial Chibi Maruko-chan yang dijadwalkan tayang pada 29 Maret mendatang.

    Perubahan besar setelah lebih dari tiga dekade

    Kolaborasi ini menjadi sorotan karena menandai perubahan penting dalam sejarah musik Chibi Maruko-chan. Sejak 1990, lagu penutup anime tersebut tidak pernah berganti, yakni Odoru Pompokolin yang dinyanyikan B.B Queens. Kehadiran Pappa Paradise pun terasa seperti momen langka, mengingat posisi lagu penutup di serial ini sudah melekat kuat di benak penonton selama bertahun-tahun.

    Impian lama Utada Hikaru

    Utada Hikaru mengaku keterlibatannya dalam proyek ini bukan sekadar pekerjaan biasa. Ia menyebut kesempatan menjadi pengisi soundtrack Chibi Maruko-chan sebagai impian yang akhirnya terwujud, karena dirinya tumbuh besar bersama karakter Maruko-chan. Nama Utada sendiri memang bukan nama sembarangan di industri musik Jepang. Deretan lagu seperti First Love, Beautiful World, Automatic, dan One Last Kiss membuatnya berkali-kali menempati posisi puncak tangga lagu di Jepang.

    Maruko-chan, karakter yang tetap hidup lintas generasi

    Chibi Maruko-chan pertama kali diterbitkan pada 1986 dan telah memiliki 18 volume utama. Setelah kreatornya, Momoko Sakura, wafat, volume ke-18 dirilis pada 2022. Serial animenya juga punya sejarah panjang, terbagi dalam dua seri utama: seri pertama pada 1990–1992 dengan 142 episode, lalu seri kedua yang berjalan sejak 1995 hingga sekarang. Cerita yang sederhana tentang keluarga kecil dan kehidupan seorang siswi SD bernama Maruko-chan di era 1970-an membuat anime ini tetap dicintai banyak orang, termasuk di Indonesia.

    Karakter Maruko-chan yang pemalas, pelupa, dan sering ceroboh justru menjadi daya tarik tersendiri. Sifatnya yang apa adanya membuat penonton mudah merasa dekat, sehingga kehadiran Utada Hikaru di proyek ini terasa seperti pertemuan dua nama besar yang sama-sama punya tempat kuat di hati penggemar.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles