3 Cara Mudah Meningkatkan Dopamin dengan Sentuhan Sederhana
Tak semua dorongan untuk merasa lebih bersemangat harus datang dari perubahan besar. Dalam keseharian, otak justru kerap merespons hal-hal sederhana yang dekat dengan manusia: sentuhan yang hangat, perhatian, dan tindakan baik. Di situlah dopamin bisa ikut terstimulasi. Zat kimia otak ini dikenal berperan dalam rasa senang, motivasi, konsentrasi, hingga daya ingat. Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Pendiri Health Collaborative Center (HCC) Ray Wagiu Basrowi menyebut ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan tanpa perlu mengubah rutinitas secara drastis.
Sentuhan Positif Jadi Sinyal Aman bagi Tubuh
Salah satu cara paling sederhana untuk membantu meningkatkan dopamin adalah melalui sentuhan positif. Pelukan, jabat tangan, atau kontak fisik yang hangat dalam situasi yang tepat dapat memberi sinyal nyaman kepada tubuh. Efeknya bukan hanya pada perasaan dekat secara emosional, tetapi juga pada kondisi fisik yang terasa lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, hormon stres seperti kortisol ikut tertekan, sehingga tubuh tidak berada dalam mode tegang terus-menerus.
Ray Wagiu Basrowi menekankan bahwa hal yang terlihat sepele ini sebenarnya punya pengaruh besar. Sentuhan yang wajar dan penuh makna dapat membantu otak membaca situasi sebagai kondisi aman. Dari sana, muncul respons yang lebih positif, termasuk dorongan dopamin yang ikut mendukung suasana hati dan rasa nyaman.
Empati dan Kebaikan Memicu Kepuasan Emosional
Selain sentuhan fisik, empati juga disebut punya kaitan erat dengan sistem dopamin di otak. Ketika seseorang mampu memahami perasaan orang lain, ada proses emosional yang ikut bekerja dan mendorong rasa puas. Ray menyoroti bahwa kebiasaan seperti berbagi makanan, melakukan kebaikan, atau merespons positif saat melihat orang lain bersedekah dapat memunculkan sensasi batin yang menyenangkan.
Rasa puas itu penting karena bisa memperkuat perilaku baik agar terus berulang. Pola seperti ini, menurut Ray, ideal dibentuk sejak usia remaja supaya lebih stabil dalam jangka panjang. Artinya, kebiasaan sederhana yang berangkat dari kepedulian bukan hanya bermanfaat untuk hubungan sosial, tetapi juga membantu membangun cara kerja otak yang lebih sehat.
Kebaikan Kecil, Efek Besar bagi Fungsi Otak
Fokus pada tindakan baik membuat tubuh cenderung menekan hormon stres dan memberi ruang lebih besar bagi dopamin untuk bekerja. Dampaknya tidak berhenti pada perasaan senang sesaat. Pada tingkat yang lebih luas, hal ini ikut mendukung fungsi otak, kemampuan melihat sudut pandang orang lain, serta daya ingat. Pada anak dan remaja, dopamin yang seimbang juga berperan dalam konsentrasi, kemampuan kognitif, motivasi, dan proses pengambilan keputusan.
Dengan kata lain, cara kerja otak tidak selalu ditentukan oleh hal besar yang rumit. Sentuhan sederhana, empati, dan kebiasaan berbuat baik justru bisa menjadi pemicu yang efektif untuk membantu dopamin bekerja lebih optimal dalam keseharian.


