Situasi konflik antara Pakistan dan Taliban Afghanistan menjadi perhatian dunia, terutama setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya terhadap hak Pakistan untuk membela diri. Departemen Luar Negeri AS secara tegas mendukung langkah Pakistan dalam menghadapi serangan dari kelompok teroris global Taliban Afghanistan. Meskipun Pakistan memiliki keunggulan militer, termasuk senjata nuklir dan kekuatan tempur konvensional, Taliban Afghanistan tetap merupakan ancaman yang serius dengan pengalaman panjang dalam perang gerilya. Keadaan semakin memanas setelah Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah Afghanistan, memicu serangan balasan dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Departemen Luar Negeri AS mengungkapkannya keprihatinannya atas hilangnya nyawa dalam konflik tersebut. Meskipun Taliban diperintahkan sebagai kelompok teroris, mereka menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi. Pakistan menuduh Afghanistan melindungi militan Tehrik-i-Taliban Pakistan dan Afghanistan membantah tudingan tersebut, menyalahkan Pakistan atas kegagalan keamanannya sendiri. Kedua pihak melaporkan kerugian besar dan telah memasuki fase “perang terbuka”.
Perang Terbuka Negara Muslim: Kontroversi AS Terbuka-terangan
Related articles


