Perayaan Tahun Baru Imlek mengikuti kalender lunar dan memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. Selain sebagai momen pergantian musim, Imlek juga merupakan waktu untuk bersama keluarga, merayakan rasa syukur, dan menantikan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Tradisi Imlek dijalankan lintas agama dan keyakinan sebagai wadah harapan, doa, dan penyegaran dalam kehidupan.
Menurut Penyuluh Agama Buddha Kota Yogyakarta, Totok, S.Ag, M.Hum, Imlek sudah ada sejak jauh sebelum Buddhisme berkembang di Tiongkok. Agama Buddha tidak menghapus budaya lokal, tapi justru memperkaya tradisi dengan nilai-nilai spiritual yang lebih dalam. Karena itu, agama Buddha merasuk dalam ekspresi budaya di Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand, Myanmar, Sri Lanka, dan Indonesia (Nusantara). Di Tiongkok, agama Buddha telah berakar kuat dan memberi warna pada budaya lokal yang kaya, bahkan menyebar ke berbagai belahan dunia dengan beragam adat dan budaya yang melekat.


