Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya pihak-pihak di ranah politik yang disebutnya bisa saja merasa diuntungkan ketika Indonesia dilanda bencana. Menurut Prabowo, sikap seperti itu berisiko memicu ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, terutama saat negara sedang sibuk menangani dampak darurat di berbagai daerah.
Prabowo Soroti Sikap Politik di Tengah Bencana
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian dan groundbreaking SPPG Polri di Palmerah, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi bencana yang menimpa sejumlah wilayah. Meski ada kelompok tertentu yang tampak “girang” dengan situasi sulit demi membangun narasi ketidakpercayaan, Prabowo menyebut pemerintah tetap bekerja dan mampu mengendalikan penanganan di lapangan.
Prabowo mencontohkan penanganan bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ia mengatakan seluruh unsur pemerintah bergerak cepat untuk memulihkan keadaan dan membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, fokus utama bukan pada kegaduhan politik, melainkan memastikan penanganan berjalan sampai tuntas.
Satgas Rehabilitasi Dikebut
Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di bawah kepemimpinan Tito Karnavian. Satgas ini dinilai menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Berdasarkan laporan Tito Karnavian, dari 52 titik yang terdampak, tinggal 10 titik yang belum sepenuhnya pulih. Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa dalam waktu dua bulan ke depan, seluruh titik tersebut bisa kembali normal. Ia menekankan bahwa kerja pemulihan harus terus dijaga agar masyarakat segera merasakan hasilnya secara nyata.
Keyakinan Pemerintah untuk Pulih
Dalam sambutannya, Prabowo tampak ingin menegaskan satu pesan utama: pemerintah tetap punya kendali dan arah kerja yang jelas meski bencana memunculkan ruang bagi spekulasi politik. Ia menilai yang dibutuhkan saat ini adalah kerja cepat, koordinasi kuat, dan kehadiran negara di tengah warga yang terdampak.
Dengan progres yang sudah berjalan, Prabowo optimistis sisa penanganan di daerah terdampak dapat diselesaikan sesuai target. Baginya, keberhasilan pemulihan bukan hanya soal infrastruktur yang kembali berdiri, tetapi juga soal memulihkan kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir saat situasi paling sulit.


