Asus tidak hanya mengklaim kehandalan laptopnya, tetapi juga menunjukkan secara langsung proses pengujian ekstrimnya. Dalam demonstrasi Durabilitas Standar Militer (MIL-STD 810H), Asus memperlihatkan simulasi fasilitas pengujian internal dan mengungkapkan bahwa produknya telah melewati enam prosedur pengujian tambahan di luar standar militer Amerika Serikat.
Adrian Pradipta, dari Public Relation Asus Indonesia, menjelaskan bahwa dari total prosedur pengujian yang diterapkan, perusahaan melakukan enam pengujian utama. Keenam pengujian dipilih karena paling mencerminkan risiko yang sering terjadi dalam penggunaan laptop sehari-hari.
Pengujian pertama adalah uji benturan. Dalam standar MIL-STD 810H, perangkat diuji untuk mampu menahan tekanan hingga 40G force, atau setara dengan 40 kali gaya gravitasi bumi. Angka tersebut menunjukkan seberapa besar gaya yang diterima perangkat saat mengalami benturan keras. Perangkat ini juga dirancang untuk bertahan saat terjatuh hingga 18 kali dari ketinggian sekitar 80 sentimeter, memastikan kekokohan struktur rangka dan komponen internal.
Ini menegaskan bahwa Asus tidak hanya menawarkan klaim semata, tetapi juga membuktikan kehandalan laptop mereka melalui proses pengujian ekstrem yang melebihi standar militer.


