More

    Kronologi Rajat Basaraniam’s Escape Attempt, Presiden Lulus

    Insiden pembunuhan tidak terjadi. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengungkapkan bahwa dirinya hampir menjadi korban pembunuhan saat melakukan perjalanan dengan helikopter pada Senin malam. Petro terpaksa mengubah rute penerbangan drastis karena menerima informasi tentang ancaman serangan terhadap pesawat. Helikopter yang ditumpanginya tidak dapat mendarat di tujuan semula di kawasan Karibia, sehingga terbang ke arah laut lepas selama empat jam untuk menghindari serangan tersebut.

    Petro tidak menjelaskan siapa yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut, namun otoritas Kolombia belum mengumumkan identitas individu atau kelompok yang terlibat. Presiden telah menerima ancaman dari jaringan perdagangan narkoba dan kelompok bersenjata lainnya selama beberapa bulan terakhir. Kelompok ilegal seperti FARC, ELN, dan Gulf Clan diketahui terlibat dalam rencana serangan terhadap presiden.

    Meskipun insiden terjadi di wilayah lepas pantai, ancaman sebelumnya termasuk penemuan senjata anti-tank di sekitar istana presiden. Situasi politik Kolombia tegang, dengan ancaman kekerasan terhadap pejabat publik yang sering terjadi. Senator Miguel Uribe Turbay tewas ditembak pada Juni 2025, menunjukkan risiko keamanan jelang pemilu 2026. Operasi keamanan di wilayah Valle del Cauca berhasil menggagalkan dugaan rencana pembunuhan terhadap Petro pada 2025.

    Pertemuan antara Presiden Petro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berlangsung hangat, sebaliknya dengan ketegangan sebelumnya. Trump mencoba meredam pernyataan lamanya yang menuduh Petro terlibat dalam perdagangan kokain. Mereka meninggalkan pertemuan dengan pandangan positif dan optimistis, setelah berbicara tentang nilai-nilai bersama.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles