More

    Pasar Kripto Tak Stabil Setelah Merosotnya Bitcoin Era Trump

    Pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda rapuh setelah Bitcoin kehilangan sebagian pijakan yang sempat dibangun pada era Trump. Di tengah pergerakan harga yang makin sensitif, likuiditas Bitcoin justru menyempit, membuat pasar lebih mudah terguncang oleh transaksi yang relatif kecil. Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar, terutama karena ruang untuk menyerap jual-beli tanpa lonjakan harga besar kini jauh lebih terbatas.

    Likuiditas Bitcoin Menyusut, Volatilitas Mengintai

    Menurut Probst, kedalaman pasar Bitcoin saat ini hanya sekitar 1 persen. Ukuran ini menggambarkan seberapa besar kemampuan aset kripto tersebut menampung perdagangan tanpa memicu perubahan harga yang tajam. Pada 2025, kedalamannya sempat berada di atas USD 8 juta, lalu turun menjadi sekitar USD 6 juta setelah 10 Oktober, dan kini bertahan di kisaran USD 5 juta.

    Artinya, pasokan Bitcoin yang tersedia di sekitar harga pasar saat ini menipis. Dalam kondisi seperti ini, pesanan berukuran kecil pun bisa mendorong harga bergerak lebih agresif dibandingkan periode sebelum penurunan pada Oktober lalu. Probst menilai tren likuiditas tersebut sebagai perkembangan yang patut diwaspadai.

    Pasar Bersiap Hadapi Gejolak Baru

    Jefferies, Kepala Riset Aset Digital, juga menilai pelaku pasar perlu bersiap menghadapi volatilitas yang berpotensi meningkat dalam waktu dekat. Ia melihat belum banyak sinyal bullish yang cukup kuat untuk menandai bahwa pasar sudah mendekati titik terendah. Kombinasi ini membuat suasana pasar kripto tetap penuh ketidakpastian.

    Meski demikian, kripto masih hanya menjadi bagian kecil dari pasar global. Namun pengaruhnya terhadap sistem keuangan utama terus membesar. Dalam beberapa tahun terakhir, cadangan stablecoin meningkat, saham-saham terkait kripto makin banyak diperhatikan, dan eksposur bank terhadap aset digital juga ikut melebar.

    Bitcoin Makin Dekat dengan Pasar Keuangan Utama

    Probst menambahkan, Bitcoin kini memiliki korelasi yang lebih erat dengan ekuitas, terutama saat pasar berada di bawah tekanan. Kondisi itu membuat Bitcoin semakin sensitif terhadap perubahan makroekonomi dan geopolitik. Dengan kata lain, pergerakan aset digital ini tak lagi bisa dibaca hanya dari sentimen di dalam ekosistem kripto sendiri.

    Pertemuan antara kripto dan keuangan arus utama kini menjadi gambaran yang jelas bahwa pasar ini menuntut perhatian lebih serius. Di tengah likuiditas yang menipis dan hubungan yang makin erat dengan aset berisiko lain, arah Bitcoin dalam waktu dekat tampak akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat pasar mampu menahan tekanan berikutnya.

    Berita Terbaru

    Related articles