Permintaan Minyak Bumi Diprediksi Tetap Tinggi Hingga Tahun 2050
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menyatakan bahwa permintaan akan minyak bumi masih diprediksi tinggi hingga tahun 2050. Berdasarkan data ExxonMobil dalam energy outlook untuk tahun tersebut, minyak masih diharapkan akan menjadi sumber energi utama dengan porsi hingga 50% dari total penggunaan energi di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, pemerintah tengah melakukan upaya untuk meningkatkan produksi minyak nasional. Target lifting produksi minyak nasional pada tahun 2025 sebesar 605.300 barel per hari telah tercapai. Berbagai pendekatan digunakan, seperti optimalisasi teknologi di lapangan minyak eksisting, reaktivasi sumur-sumur minyak yang tidak aktif, dan percepatan eksplorasi minyak di Indonesia Timur.
Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan produksi minyak nasional dapat terus ditingkatkan. Sebanyak 787 sumur minyak idle dari potensi 6.300 sumur telah diidentifikasi hingga Desember 2025. Selain itu, akan ada penawaran 110 area migas potensial yang akan ditawarkan bagi investor. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan dalam tata kelola dan optimalisasi pengawasan produksi minyak, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peringkat produksi minyak nasional di masa mendatang.


