Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sedang mempersiapkan langkah besar untuk mengambil alih pengelolaan seluruh urusan sipil di Jalur Gaza dalam rangka menuju fase kedua perjanjian gencatan senjata. Rencana ini disambut baik oleh Israel dan melibatkan koordinasi dengan Amerika Serikat. Informasi ini pertama kali diungkap oleh media Israel Channel 12 yang dikutip oleh Middle East Monitor pada Selasa. Beberapa minggu terakhir, UEA telah melakukan serangkaian pembicaraan dengan pemerintah AS dan Israel terkait kemungkinan mengambil alih administrasi sipil di wilayah Gaza. UEA berencana untuk mengawasi urusan sipil di Gaza dan melakukan investasi besar. Diperkirakan bahwa beberapa miliar dolar akan ditransfer segera, dengan investasi lanjutan pada tahap berikutnya. Kedua negara sedang menyiapkan draf kesepakatan, meskipun masih memerlukan persetujuan final dari Israel. Dalam rencana tersebut, UEA akan mengelola pasar dan aktivitas perdagangan di Gaza dengan dukungan pasukan keamanan dan perusahaan keamanan swasta Amerika Serikat. UEA juga berencana untuk membeli barang dari Israel dan menggunakan kontraktor Israel dalam prosesnya. Pusat distribusi yang ada akan ditingkatkan fungsinya menjadi hub logistik untuk pengiriman barang ke sektor swasta di Jalur Gaza.


