More

    Dukungan Psikologis Untuk Korban Longsor Cisarua

    Dukungan Psikologis untuk Korban Longsor Cisarua

    Penanganan longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak hanya berfokus pada kebutuhan darurat seperti makanan dan tempat aman. Di lokasi pengungsian, pemulihan kondisi mental para penyintas juga mulai mendapat perhatian serius. Pada Selasa (27/1/2026), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah, turun langsung untuk memberikan dukungan kepada warga yang terdampak bencana.

    Trauma Healing untuk Anak-Anak Pengungsi

    Kehadiran Syahnaz di tengah para pengungsi tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan. Ia ikut mendampingi kegiatan trauma healing yang diprioritaskan bagi anak-anak korban longsor. Upaya ini dilakukan untuk membantu mereka menghadapi rasa takut, cemas, dan tekanan psikologis setelah peristiwa yang mengguncang tempat tinggal mereka.

    Berbagai aktivitas ringan disiapkan agar suasana pengungsian tidak sepenuhnya dipenuhi ketegangan. Anak-anak diajak bermain, mendengarkan dongeng, hingga menggambar. Cara sederhana itu diharapkan bisa membantu mereka perlahan pulih, sekaligus mengembalikan rasa aman yang sempat hilang akibat bencana.

    Kelompok Rentan Juga Jadi Perhatian

    Selain anak-anak, penanganan di pengungsian juga diarahkan pada kelompok rentan lain, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Mereka disebut membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait asupan gizi selama masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan makanan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga terdampak.

    Dalam kunjungannya, Syahnaz menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Pasirlangu. Ia juga mengapresiasi kerja para pihak yang terlibat di lapangan, mulai dari tim SAR, relawan, aparat pemerintah, hingga masyarakat yang ikut bergerak membantu penanganan bencana.

    Pemulihan Tak Berhenti di Evakuasi

    Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa kehadiran mereka di tengah warga tidak berhenti pada tahap evakuasi dan bantuan awal. Pendampingan fisik dan psikologis disebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah agar para penyintas bisa kembali bangkit dan menjalani aktivitas dengan lebih tenang.

    Di tengah situasi yang masih dibayangi rasa cemas dan ketidakpastian, langkah pemulihan psikologis menjadi penting. Bagi warga terdampak longsor Cisarua, perhatian semacam ini menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal menjaga ketahanan mental mereka yang kehilangan rasa aman dalam sekejap.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles