Jejak Baru Laser Digital di AS: Anak Usaha Nomura Ajukan Izin Bank untuk Aset Kripto
Gelombang perusahaan kripto yang membidik legitimasi lebih besar di Amerika Serikat kembali bertambah. Kali ini, Laser Digital, anak usaha fokus kripto dari grup investasi bank Jepang Nomura, resmi melangkah ke jalur perizinan bank di AS dengan mengajukan permohonan ke Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui US Office of the Comptroller of the Currency (OCC).
Targetnya: bank trust nasional untuk aset digital
Laser Digital yang berbasis di Swiss itu ingin membentuk bank trust nasional yang berfokus pada aset digital. Jika disetujui, entitas ini akan menawarkan layanan kustodian dan perdagangan spot, dua layanan yang selama ini menjadi fondasi penting dalam ekosistem kripto institusional. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tak lagi sekadar mengejar eksposur ke pasar digital, tetapi juga mencoba masuk ke kerangka regulasi yang lebih formal dan diakui.
Ketua Laser Digital, S. Ashley, menilai pasar aset digital institusional sedang memasuki tahap baru. Menurutnya, fase tersebut ditandai oleh skala yang lebih besar, kepatuhan regulasi, dan ketahanan bisnis yang lebih kuat. Ia juga menegaskan keyakinan perusahaan bahwa pasar keuangan AS masih menjadi yang paling penting di dunia, sehingga masa depan keuangan digital akan ditentukan oleh pemain yang mampu bertahan dalam pengawasan ketat serta memenuhi tuntutan keberlanjutan.
OCC makin terbuka terhadap pemain kripto
Pengajuan Laser Digital tidak terjadi dalam ruang kosong. Perusahaan ini menjadi bagian dari deretan pelaku kripto yang mencoba memanfaatkan sikap baru Departemen Keuangan AS yang dinilai lebih terbuka terhadap pemberian izin bank kepada perusahaan aset digital. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah nama besar di industri juga telah mengantongi izin perbankan kepercayaan nasional dari OCC.
Di antara perusahaan yang disebut telah menerima izin tersebut adalah penyedia stablecoin Circle, Ripple, BitGo, dan Paxos. Selain itu, sebuah bank yang terinspirasi oleh “Lord of the Rings” dan didukung Peter Thiel juga masuk daftar penerima izin. Semua ini memperlihatkan bahwa pendekatan regulator AS terhadap kripto mulai bergerak ke arah yang lebih akomodatif, terutama bagi perusahaan yang ingin beroperasi dalam struktur perbankan resmi.
Minat industri menguat setelah aturan stablecoin
Permintaan izin bank juga disebut semakin ramai setelah Presiden Donald Trump menandatangani Undang-Undang GENIUS yang berfokus pada stablecoin pada musim panas lalu. Aturan tersebut tampaknya ikut mendorong perusahaan kripto untuk mencari pijakan hukum yang lebih kuat di AS. Bahkan platform kripto milik keluarga Trump, World Liberty Financial, juga telah mengajukan permohonan izin bank ke OCC.
Source link
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.


