More

    DPR Desak Regulasi Media Sosial Anak: Penting atau Tidak?

    JAKARTA — Dorongan agar negara lebih tegas mengatur penggunaan media sosial oleh anak kembali menguat di DPR. Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Abdul Azis Sefudin, meminta pemerintah segera menyiapkan regulasi yang bisa membatasi akses anak ke media sosial sebagai langkah pencegahan kekerasan digital yang masih terus terjadi.

    Regulasi Dinilai Mendesak untuk Lindungi Anak

    Abdul Azis menilai perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan imbauan. Menurut dia, perlu ada kebijakan yang jelas dan tegas, bahkan ia mencontohkan pendekatan serupa yang diterapkan di Australia. Tujuannya bukan semata membatasi, melainkan memastikan anak-anak tidak terpapar risiko negatif dari dunia digital yang semakin terbuka.

    Ia juga menekankan bahwa regulasi semacam itu harus dibarengi penguatan lain, termasuk pengawasan terhadap platform digital. Tanpa pengawasan yang memadai, kata dia, lingkungan online yang aman bagi anak akan sulit terwujud.

    Edukasi dan Peran Orang Tua Tak Bisa Dikesampingkan

    Selain aturan, Abdul Azis menyoroti pentingnya edukasi publik, sosialisasi, serta keterlibatan orang tua dan sekolah dalam mencegah kekerasan digital. Ia menyebut, banyak persoalan yang muncul dari interaksi anak dan remaja di media sosial yang kemudian berkembang menjadi konflik di dunia nyata.

    Di wilayah pemilihannya, ia mengaku sering menemukan kasus yang berawal dari penggunaan gawai dan komunikasi di media sosial. Karena itu, menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal, bukan setelah masalah membesar.

    Kolaborasi Lintas Lembaga Dinilai Perlu

    Abdul Azis berharap pemerintah, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dapat bekerja sama dengan Komisi Percepatan Digital untuk merumuskan aturan yang efektif. Ia menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja bersama yang terarah.

    Ia juga meminta adanya kajian mendalam agar langkah yang diambil benar-benar menjadi prioritas dalam menekan angka kekerasan digital terhadap anak. “Negara tidak boleh kalah” menghadapi dampak negatif teknologi, begitu garis besar pandangan yang ia sampaikan. getIDN Times

    Berita Terbaru

    Related articles