Suara Kemanusiaan di Atas Kalkulasi Elektoral
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa identitas partai banteng moncong putih bukan sekadar simbol politik untuk meraih suara, melainkan alat untuk mengorganisir rakyat dalam perjuangan kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada wong cilik. Menurut dia, arah itu sejalan dengan ideologi Bung Karno yang menempatkan rakyat tertindas sebagai pusat perjuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam orasi politik pada perayaan HUT PDI Perjuangan ke-53 sekaligus peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi. Dalam momentum itu, ia membawa pesan yang lebih luas dari sekadar seremoni partai: politik, katanya, tidak boleh kehilangan nurani.
Pesan Megawati untuk Kader
Hasto juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menekankan komitmen moral “Kebenaran Pasti Menang” bagi setiap kader. Pesan itu, menurut Hasto, bukan slogan kosong, melainkan pengingat agar kader tetap tegak menghadapi tekanan dan dinamika politik yang datang silih berganti.
Ia menegaskan bahwa partai harus mampu berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan, tanpa menyerahkan arah perjuangan pada kepentingan sesaat. Dalam pandangannya, ukuran keberpihakan partai tidak cukup dilihat dari hasil elektoral, tetapi dari keberanian menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam tindakan nyata.
Kemanusiaan Tak Boleh Tergadai
Hasto memberi contoh bagaimana PDI Perjuangan tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan ke daerah bencana seperti Aceh dan Sumatra Barat, meski wilayah itu bukan basis yang memberi dukungan elektoral kepada partai. Bagi dia, langkah semacam itu menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak boleh tunduk pada perhitungan politik praktis.
Ia mengingatkan para kader agar berani berjalan bersama rakyat, terutama ketika masyarakat berada dalam kesulitan. Sikap itu, kata Hasto, menjadi pembeda antara politik yang hanya mengejar kemenangan dan politik yang benar-benar memihak kehidupan manusia.
Menjaga Arah Perjuangan
Di hadapan kader dan simpatisan, Hasto menekankan bahwa partai harus terus merawat semangat ideologis yang diwariskan Bung Karno. Baginya, kekuatan partai justru terletak pada konsistensi membela mereka yang tertindas, bukan pada upaya mencari aman di tengah permainan kekuasaan.
Karena itu, ia meminta setiap kader tidak meninggalkan nilai kemanusiaan demi kepentingan politik semata. Dalam pandangan Hasto, justru dari keberanian mempertahankan prinsip itulah martabat partai diuji.


