More

    Noe Letto Siap Mundur Jika Ada Masalah di Dewan Pertahanan Nasional

    Noe Letto Siap Mundur Jika Ada Masalah di Dewan Pertahanan Nasional

    Noe Letto, yang dikenal sebagai Sabrang Mowo Damar Panuluh, merespons sorotan publik atas penunjukannya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dengan nada terbuka. Di tengah kritik yang mengiringi langkahnya masuk ke lingkaran pertahanan negara, Noe justru membaca reaksi itu sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap Indonesia.

    Kritik Dibaca sebagai Tanda Kepedulian

    Menurut Noe, kekhawatiran yang muncul dari publik bukan sesuatu yang perlu dipandang negatif. Ia menilai, kritik tersebut lahir dari rasa sayang masyarakat kepada bangsa ini, terutama karena masih ada jejak trauma masa lalu ketika figur publik masuk ke ruang kekuasaan. Karena itu, ia mengucapkan terima kasih atas semua masukan yang diterimanya.

    Noe menegaskan bahwa langkah yang diambilnya selalu diarahkan untuk memperbaiki Indonesia. Ia mengaku berpegang pada tujuan yang sama, meski cara atau metode untuk mencapainya bisa saja berubah mengikuti kebutuhan di lapangan.

    DPN Sebagai Ruang Uji Gagasan

    Dalam penjelasannya, Noe menyebut peran di Dewan Pertahanan Nasional sebagai sebuah eksperimen terbuka. Dari situ, ia ingin mendorong lahirnya standar yang lebih jelas mengenai hubungan antara pejabat dan masyarakat, terutama soal tanggung jawab dan akuntabilitas.

    Ia menilai, pejabat tidak cukup hanya hadir dengan janji-janji besar. Yang dibutuhkan adalah kerangka kerja yang memungkinkan mereka benar-benar menjawab pertanyaan publik secara transparan dan terukur.

    Ingin Ada Pola Pertemuan dan Pertanggungjawaban yang Jelas

    Noe juga menyoroti pentingnya aturan yang lebih tegas, misalnya kewajiban bagi pejabat tertentu untuk rutin bertemu masyarakat dan memberikan penjelasan terbuka. Baginya, model seperti itu bisa menjadi jalan untuk membangun kepercayaan publik yang selama ini kerap rapuh.

    Meski gagasan itu masih terbuka untuk dikritik, Noe menegaskan dirinya tidak menutup diri. Ia justru ingin setiap masukan dipakai untuk menyempurnakan konsep yang sedang ia dorong, agar manfaatnya tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar bisa dirasakan masyarakat dan negara.

    Berita Terbaru

    Related articles