Pelayanan kesehatan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang perlahan kembali bergerak setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang yang melanda pada akhir November 2025. Meski sejumlah fasilitas dan peralatan medis sempat terendam, rumah sakit itu kini sudah mulai membuka kembali layanan-layanan yang paling dibutuhkan masyarakat.
Layanan Dasar Mulai Dibuka Lagi
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra SpPD, memastikan bahwa layanan UGD, rawat jalan, ruang rawat inap, dan cuci darah sudah kembali beroperasi. Kembalinya layanan dialisis menjadi kabar penting, terutama bagi pasien gagal ginjal yang sangat bergantung pada jadwal cuci darah secara rutin.
Kondisi rumah sakit memang belum sepenuhnya pulih. Dari total 243 tempat tidur yang sebelumnya tersedia, saat ini baru 50 tempat tidur yang bisa digunakan untuk pasien rawat inap. Meski terbatas, langkah ini menjadi penanda bahwa pemulihan layanan terus dikejar setelah banjir menghantam fasilitas kesehatan tersebut.
ICU dan Pasokan Darah Jadi Fokus Pemulihan
Selain layanan dasar, unit perawatan intensif atau ICU juga sudah kembali aktif, meski masih dalam skala terbatas. Pihak rumah sakit tengah menyiapkan pemulihan lebih lanjut agar ruang ICU dapat berfungsi seperti sebelum terdampak banjir. Persiapan jaringan oksigen dan pemasangan AC menjadi bagian dari proses pemulihan itu.
Di sisi lain, pelayanan darah juga diprioritaskan karena sangat menentukan kelancaran tindakan operasi. Ketersediaan stok darah menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus dijaga agar pelayanan medis tidak kembali tersendat.
Kekurangan Ambulans Masih Jadi Kendala
Di tengah upaya pemulihan, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga masih menghadapi keterbatasan armada. Saat ini rumah sakit hanya memiliki dua ambulans, sementara kebutuhan idealnya jauh lebih besar untuk mendukung penjemputan dan rujukan pasien ke rumah sakit lain.
dr. Andika menyebut pihaknya membutuhkan setidaknya tiga ambulans tambahan agar total armada yang siap digunakan bisa mencapai lima unit. Ketersediaan ambulans menjadi penting, terutama saat rumah sakit harus merujuk pasien dalam kondisi darurat atau ketika fasilitas tertentu belum sepenuhnya pulih setelah banjir.


