More

    Kekerasan Budaya: Mengatasi Tantangan di Negara tersebut

    Kekerasan Budaya: Mengatasi Tantangan di Negara tersebut

    Kasus perundungan dan pemerasan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya kembali memantik sorotan tajam dari Komisi IX DPR. Bagi para anggota dewan, perkara ini bukan sekadar pelanggaran disiplin internal, melainkan persoalan serius yang menyangkut hukum, etika profesi, dan martabat kemanusiaan. Karena itu, putusan yang hanya menjatuhkan sanksi surat peringatan kepada para pelaku dinilai jauh dari memadai.

    Sanksi yang Dinilai Tidak Seimbang

    Anggota Komisi IX menilai tindakan perundungan dan pemerasan tidak bisa dipandang ringan, terlebih jika terjadi dalam lingkungan pendidikan kedokteran yang semestinya menjunjung tinggi integritas dan keselamatan peserta didik. Mereka menegaskan, apabila para pelaku terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan harus sepadan dengan perbuatannya dan memberi efek jera. Surat peringatan, menurut mereka, tidak cukup untuk menjawab dampak dari kekerasan yang terjadi.

    Dalam pandangan Komisi IX, sikap lunak terhadap pelaku justru berisiko memperpanjang budaya kekerasan di dunia pendidikan kesehatan. Karena itu, negara diminta tidak kalah oleh pola kekerasan yang terus berulang dan seolah dibiarkan menjadi kebiasaan.

    Negara Diminta Tegas di Lingkungan Pendidikan Kesehatan

    Komisi IX DPR juga menekankan pentingnya penerapan rekomendasi Kementerian Kesehatan secara tegas dan konsisten. Langkah itu dinilai perlu bukan hanya untuk menghukum pelaku, tetapi juga memastikan pihak yang lalai dalam pengawasan ikut dimintai pertanggungjawaban. Tanpa pengawasan yang kuat, praktik perundungan dan pemerasan dikhawatirkan tetap menemukan ruang di institusi pendidikan.

    Kasus di PPDS Universitas Sriwijaya menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan kesehatan tidak boleh memberi tempat bagi kekerasan dalam bentuk apa pun. Bagi Komisi IX, yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar pernyataan penyesalan, melainkan tindakan nyata yang menunjukkan bahwa hukum dan etika masih menjadi pijakan utama di dunia pendidikan dokter spesialis.

    Berita Terbaru

    Related articles