Tether dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) berkolaborasi untuk menguatkan keamanan aset kripto di Afrika, khususnya dalam mencegah kejahatan siber dan penyalahgunaan aset digital terutama di Nigeria. Partnership ini dianggap penting mengingat pesatnya adopsi aset kripto di Afrika, dengan fokus utama pada penggunaan USDT sebagai stablecoin yang banyak digunakan untuk transaksi lintas negara dan sebagai lindung nilai. Paolo Ardoino, CEO Tether, mencatat bahwa kerjasama tersebut bertujuan tak hanya pada aspek keamanan teknologi, tetapi juga pada perlindungan kelompok rentan seperti korban perdagangan manusia. Dengan menggabungkan inovasi dan edukasi melalui kemitraan ini, diharapkan dapat menciptakan ekosistem kripto yang aman dan inklusif di kawasan tersebut. Liputan6.com menyarankan agar pembaca melakukan analisis mendalam sebelum melakukan keputusan investasi terkait dengan kripto dan tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan atau kerugian dari investasi tersebut.


