Platform media sosial X mulai menerapkan pembatasan akses untuk penggunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok hanya untuk pelanggan berbayar. Langkah ini diambil setelah adanya sorotan negatif terkait potensi penyalahgunaan teknologi tersebut dalam menciptakan konten visual yang tidak pantas tanpa izin. Pengguna X yang ingin menikmati fitur visual Grok harus berlangganan layanan X Premium dengan biaya mulai dari USD 8 per bulan. Meskipun demikian, kebijakan ini dianggap kurang efektif karena layanan pembuatan gambar Grok masih dapat diakses secara gratis melalui situs resmi dan aplikasi terpisah. Keberadaan celah tersebut menimbulkan keraguan mengenai seriusnya X dalam membatasi penggunaan teknologi AI. Para peneliti keamanan digital juga menyatakan keraguan terhadap efektivitas pembatasan berbasis kartu kredit dalam mencegah penyalahgunaan. Genevieve Oh, seorang peneliti deepfake, mengungkapkan bahwa Grok masih memproduksi ribuan gambar berbahaya setiap jam meskipun ada langkah-langkah kontrol yang diterapkan. Isu ini bahkan menarik perhatian para pembuat kebijakan di Amerika Serikat, yang mengirimkan surat kepada CEO Apple dan Google untuk meninjau ulang keberadaan aplikasi X di toko aplikasi mereka. Senator yang mengirimkan surat tersebut berpendapat bahwa pengelola platform belum menunjukkan komitmen yang memadai terhadap perlindungan pengguna dan standar keselamatan digital.


