Di balik sejarah konflik Israel dan Suriah, ada satu nama yang terus disebut sebagai salah satu operasi intelijen paling berani sekaligus paling dramatis: Eli Cohen. Sosok ini bukan sekadar mata-mata biasa. Dengan identitas samaran Kamel Amin Thaabet, ia berhasil masuk ke lingkaran elite Suriah, membangun kepercayaan, lalu mengirimkan informasi penting ke Israel dalam waktu yang cukup lama tanpa dicurigai.
Penyamaran yang Membuka Pintu Kekuasaan
Cohen dibesarkan di Mesir sebelum direkrut Mossad. Ia kemudian tampil sebagai pengusaha tekstil yang tampak ramah, mapan, dan mudah bergaul. Citra itulah yang membantunya menembus pergaulan kelas atas Suriah. Salah satu pintu masuk awalnya adalah melalui Jenderal Amin al-Hafez, atasan militer Suriah yang pernah ditemuinya di Argentina. Dari sana, jaringan Cohen makin meluas.
Di berbagai pesta dan pertemuan sosial, Cohen tampil meyakinkan. Ia berbicara seperti orang dalam, hadir di momen-momen penting, dan perlahan dianggap sebagai salah satu pengusaha terkemuka. Padahal, di balik kedekatannya dengan para pejabat dan tokoh Suriah, ia mengumpulkan detail sensitif yang kemudian diteruskan ke Israel.
Hampir Duduk di Kursi Wakil Menteri
Yang membuat kisah ini makin mencolok, Cohen disebut nyaris menduduki jabatan wakil menteri pertahanan Suriah. Posisi itu menunjukkan betapa dalamnya akses yang berhasil ia bangun. Namun sebelum sempat dilantik, penyamarannya terbongkar. Pada 1965, pasukan Suriah menangkapnya setelah jejak pengiriman informasi rahasia ke Israel terungkap.
Penangkapannya menjadi akhir dari misi yang selama ini dijalankannya diam-diam. Cohen kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Suriah. Kasus ini bukan hanya mengguncang hubungan kedua negara, tetapi juga meninggalkan jejak besar dalam kalkulasi keamanan kawasan.
Dampak yang Tak Hilang Setelah Eksekusi
Meski telah wafat, informasi yang dibocorkan Cohen tetap disebut berpengaruh pada peristiwa-peristiwa berikutnya, termasuk Perang Enam Hari pada 1967. Dalam konteks itu, peran Cohen tidak berhenti pada dirinya sebagai agen rahasia, melainkan ikut membentuk arah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


