Bitcoin dan Ethereum Sama-Sama Melemah, Pasar Kripto Masih Bergerak Campuran
Pergerakan aset kripto utama kembali menunjukkan arah yang tidak seragam pada perdagangan Jumat, (26/12/2025) pukul 08.32 WIB. Dua aset terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum, sama-sama terkoreksi dalam perdagangan harian, meski masih mencatat penguatan dalam sepekan terakhir. Data dari coinmarketcap.com memperlihatkan bahwa pasar kripto belum benar-benar lepas dari volatilitas, dengan sebagian aset bergerak turun tipis sementara yang lain bertahan di zona stabil.
Bitcoin dan Ethereum Tetap Jadi Sorotan
Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, turun 0,41% dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, dalam periode tujuh hari, BTC masih menguat 2,49%. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 87.273,48 atau sekitar Rp 1,46 miliar.
Ethereum juga mengikuti pola serupa. Aset kripto terbesar kedua itu melemah 0,86% dalam 24 jam terakhir, namun masih naik 3,44% selama sepekan. Adapun harga ETH tercatat di USD 2.917,74 atau sekitar Rp 48,88 juta. Kombinasi koreksi harian dan kenaikan mingguan ini menandakan pasar masih mencari arah, terutama di tengah sentimen yang bergerak cepat.
Aset Lain Bergerak Beragam
Di luar dua aset utama tersebut, pergerakan harga kripto lain juga cenderung campuran. Tether (USDT) naik tipis 0,02% dalam 24 jam terakhir dan berada di posisi USD 0,9993. Sementara itu, binance coin (BNB) justru turun 1,7% dalam sehari, meski masih mencatat kenaikan 0,78% dalam sepekan, dengan harga USD 831,67.
XRP terkoreksi 1,05% dalam 24 jam terakhir, tetapi tetap menguat 3,51% selama tujuh hari terakhir dan diperdagangkan di level USD 1,83. USDC relatif stabil, naik 0,01% dalam 24 jam terakhir dan 0,01% dalam sepekan, dengan harga USD 0,9996. Solana (SOL) turun 1,2% secara harian, namun menguat 2,43% dalam sepekan ke level USD 120,75.
Stabilitas Masih Jadi Kunci bagi Pelaku Pasar
Tron (TRX) mencatat penurunan tipis 0,06% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih naik 0,17% selama sepekan, dengan harga USD 0,2787. Pola ini menunjukkan bahwa meski tekanan harian masih terasa, sejumlah aset utama belum kehilangan pijakan dalam tren mingguan.
Dengan kondisi pasar seperti ini, pelaku pasar dituntut lebih cermat membaca arah pergerakan harga, terutama karena perubahan kecil dalam hitungan jam dapat memengaruhi keputusan transaksi. Source link


