Brussel — Dewan Uni Eropa pada Jumat, 19 Desember 2025, menyatakan dukungan atas posisi negosiasi untuk euro digital yang tak lagi dibatasi pada skema offline semata. Langkah ini membuka jalan bagi mata uang digital bank sentral yang dirancang bisa dipakai baik saat perangkat terhubung ke internet maupun ketika pengguna berada dalam kondisi tanpa koneksi.
Euro digital diproyeksikan bisa dipakai kapan saja
Dalam posisi terbaru itu, euro digital akan diterbitkan secara publik oleh Bank Sentral Eropa dan ditujukan sebagai alat pembayaran yang dapat digunakan di berbagai situasi. Artinya, transaksi tidak hanya bergantung pada akses internet, tetapi juga tetap memungkinkan dilakukan secara offline. Pendekatan ini berbeda dari proposal sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada penggunaan tanpa koneksi.
Skema tersebut dipandang sebagai upaya memperluas fungsi uang bank sentral di tengah perubahan kebiasaan pembayaran masyarakat. Di saat penggunaan uang tunai terus menurun, euro digital disiapkan untuk menjaga relevansi uang resmi di era digital sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pembayaran.
Perbedaan pandangan soal privasi dan ketahanan
Sebelumnya, anggota Parlemen Eropa yang menangani isu euro digital, Fernando Navarrete, mengajukan model yang hanya berfokus pada penggunaan offline. Usulan itu menekankan perlindungan privasi dan ketahanan mata uang digital, dengan peran Bank Sentral sebagai regulator.
Dalam rancangan yang lebih luas, transaksi online akan diproses melalui buku besar Bank Sentral atau lewat perantara yang berwenang. Sementara itu, transaksi offline dapat dicatat secara lokal terlebih dahulu, lalu disinkronkan ke buku besar pusat setelah konektivitas kembali tersedia. Dengan cara ini, sistem tetap bisa berjalan dalam berbagai kondisi tanpa mengorbankan pencatatan yang terpusat.
ECB tetap dorong proyek meski ada penolakan
Bank Sentral Eropa terus berupaya memperkenalkan euro digital sebagai bagian dari modernisasi sistem pembayaran di kawasan tersebut. Di balik dorongan itu, ECB ingin memastikan uang bank sentral tetap relevan ketika masyarakat makin bergeser ke transaksi digital.
Meski proyek ini sempat menuai penolakan dari sebagian sektor perbankan, ECB belum mengendurkan langkahnya. Lembaga itu tetap melanjutkan pengembangan euro digital dengan alasan menjaga kedaulatan moneter di tengah perubahan cepat lanskap pembayaran Eropa.
Source link


