Don Don Donki menarik tabung helium “pengubah suara” dari seluruh gerai di Singapura setelah muncul kekhawatiran serius soal keselamatan dan risiko kesehatan. Produk berwarna kuning cerah itu sebelumnya dijual seharga SG$19,90 dan dipasarkan sebagai tabung yang bisa membuat suara pengguna terdengar lebih tinggi saat dihirup. Namun, di balik klaim hiburan tersebut, muncul sorotan tajam terhadap potensi bahaya yang menyertainya.
Penarikan dilakukan setelah pertanyaan dari CNA
Don Don Donki, jaringan ritel asal Jepang, mengumumkan penarikan tabung helium tersebut dari semua tokonya di Singapura. Setiap tabung berisi 11,6 liter gas dengan komposisi 80% helium dan 20% oksigen. Langkah ini diambil setelah Channel News Asia (CNA) pada 10 Desember menanyakan risiko kesehatan produk itu kepada Don Don Donki dan Komisi untuk Perlindungan Konsumen dan Kompetisi Singapura (CCCS).
CCCS menyebut produk tersebut berada di bawah pengawasan CPSO, dan Don Don Donki Singapura sedang berhubungan dengan lembaga itu. Dalam pernyataannya, CCCS juga menegaskan bahwa pemasok wajib memastikan produk yang dijual memenuhi standar keamanan yang diakui secara internasional, termasuk menyediakan peringatan yang memadai mengenai potensi bahaya penggunaan.
Label peringatan ada, tapi risiko tetap dinilai tinggi
Meski produk ini sudah dilengkapi label peringatan dalam bahasa Inggris—di antaranya larangan untuk anak-anak, batas usia di atas 16 tahun, serta imbauan agar tidak digunakan dekat api—para profesional kesehatan tetap menilai risikonya tidak bisa dianggap ringan. Kekhawatiran utama adalah kemungkinan berkurangnya kadar oksigen di paru-paru dan organ vital saat gas tersebut dihirup.
Dr. Adrian Chan dari O2 Lung Centre mengatakan bahwa campuran helium dengan oksigen memang punya kegunaan medis dalam situasi tertentu, tetapi risikonya tetap tinggi jika digunakan tanpa pengawasan ketat. Ia juga menyoroti pengaruh tren media sosial dan video yang kerap menampilkan penggunaan helium sebagai hiburan ringan, padahal praktik itu bisa berbahaya bagi pengguna.
Ahli kesehatan ingatkan tidak ada batas aman untuk penggunaan rekreasi
Peringatan serupa disampaikan Penny Pratt, perawat senior sekaligus ahli strategi konten perawatan kesehatan. Ia menegaskan tidak ada ambang batas aman untuk penggunaan helium secara rekreasi. Menurutnya, semburan gas bertekanan bisa memicu cedera pada saluran pernapasan atau paru-paru, sementara risiko kekurangan oksigen dalam tubuh tetap mengintai.
Kasus ini kembali menyorot bagaimana produk yang tampak sepele dan diposisikan sebagai hiburan bisa berubah menjadi persoalan serius ketika standar keamanan, label peringatan, dan cara penggunaan tidak benar-benar menjawab risiko di lapangan.


