Kesehatan usus dan otak memiliki keterkaitan yang kuat, di mana pola makan berperan penting dalam mengelola stres dan kecemasan yang dirasakan oleh tubuh. Konsumsi makanan tinggi serat, protein tanpa lemak, serta sumber probiotik dan prebiotik seperti buah beri, kacang-kacangan, salmon, dan oat dapat membantu menjaga kesehatan usus serta menstabilkan mood. Selain itu, minuman seperti teh chamomile, dark chocolate, jeruk, serta makanan whole grain atau biji-bijian utuh juga bisa memberikan efek menenangkan sehari-hari.
Menurut Ian Smith, MD, pakar kesehatan usus dan penulis, hubungan antara usus, otak, dan sistem saraf sangatlah erat. Kecemasan atau tekanan dapat memicu respons imun tubuh yang berdampak pada kesehatan usus. Keseimbangan usus yang terganggu bisa memicu respon stres kronis, yang merangsang tubuh untuk berada dalam mode fight or flight, menyebabkan kerusakan usus yang lebih parah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan tubuh kita tergantung pada kesehatan mikrobioma usus, yang sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan.
Dr. Raphael Kellman, dokter asal NYC, menekankan bahwa mikroba di usus berperan dalam suasana hati, metabolisme, kekebalan tubuh, pencernaan, hormon, dan peradangan. Perbaikan bakteri usus dapat dilakukan dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Dengan demikian, sangat penting untuk memperhatikan apa yang kita konsumsi agar tubuh dan pikiran dapat lebih rileks dan sehat.


