Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/BKKBN, Wihaji, menyampaikan dua isu keluarga penting yang ditekankan oleh Kemendukbangga saat ini. Pertama, fokus pada mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan angka total fertilitas (TFR) di Indonesia mencapai 2,1 anak per perempuan, menunjukkan keberhasilan metode kontrasepsi dalam menjaga keseimbangan populasi. Hingga saat ini, data menunjukkan tren yang aman dan terkendali.
Selanjutnya, isu pembangunan keluarga masih menjadi prioritas utama di Indonesia. Sebanyak 8,6 juta warga Indonesia termasuk dalam kategori keluarga risiko stunting (KRS). Dikhawatirkan, tanpa penanganan yang serius, angka stunting di Indonesia dapat mencapai 19,8 persen. Ini merupakan tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama berbagai pihak untuk mencapai target Kemendukbangga dalam menurunkan kasus stunting hingga satu juta per tahun pada 2025.
Wihaji juga menyoroti tingkat kesembuhan stunting yang rendah, hanya 20 persen menurut dokter. Artinya, sebagian besar kasus stunting sulit diobati. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang lebih luas dan serius untuk mencegah peningkatan kasus stunting di Indonesia sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kemendukbangga.


