Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang berupaya keras untuk memastikan akses energi bagi masyarakat yang terkena dampak bencana hidrometeorologi. Dalam upaya tersebut, ia memberikan relaksasi aturan penggunaan barcode untuk pembelian BBM di SPBU demi memastikan distribusi BBM tetap lancar di daerah-daerah terdampak bencana. Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat mengingat gangguan distribusi BBM dan listrik, pemadaman internet, serta kesulitan akses transportasi akibat bencana longsor dan kerusakan jembatan.
Bahlil menekankan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan hanya boleh digunakan untuk keperluan mendesak mengingat kondisi bencana yang melumpuhkan akses masyarakat. Ia memohon agar kebijakan ini dijalankan dengan efektif tanpa penyalahgunaan. Tujuannya adalah mempermudah akses pasokan BBM untuk distribusi logistik, mobilisasi alat berat, dan gerak cepat tim penanganan bencana di daerah terdampak.
Untuk menjamin kelancaran distribusi, pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga telah mengirim tambahan mobil tangki BBM dan personel pengangkutan. Selain itu, pemerintah dan BPH Migas memberikan relaksasi operasional agar alokasi BBM dapat dipindahkan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi jika diperlukan, mengikuti perubahan jalur akses akibat bencana. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga dan membantu mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
Semua langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa daerah di Indonesia.


