Partai Golkar Sebagai Partai Inklusif Menurut Bahlil
Menyikapi sejarah Partai Golkar, Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai inklusif yang lahir dari 97 organisasi kemasyarakatan yang beragam. Organisasi-organisasi tersebut meliputi kelompok petani, nelayan, TNI, Polri, organisasi mahasiswa, dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah. Golkar hadir untuk mempertahankan ideologi Pancasila dari segala bentuk ancaman ideologi lain, dengan menjadikan rakyat Indonesia sebagai pemiliknya, bukan hanya satu keluarga atau kelompok tertentu.
Bahlil juga menekankan bahwa akar sejarah Golkar menjadi modal berharga untuk terus menjaga keterbukaan, keberagaman, dan kedekatan dengan masyarakat. Dia percaya bahwa Golkar merupakan partai yang memiliki pengalaman yang kaya, baik dalam memenangkan pemilu maupun dalam memimpin pemerintahan. Dengan 32 tahun pengalaman memimpin negara, Golkar telah memberikan kontribusi, baik positif maupun negatif, dalam proses pembangunan bangsa.
Dengan demikian, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil tetap memegang teguh prinsip-prinsip yang telah ada sejak awal kelahirannya. Partai ini berusaha untuk terus menjadi kekuatan politik yang relevan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi digital. Menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai partai politik, Golkar tetap berkomitmen untuk mewakili kepentingan rakyat Indonesia secara luas.


