Pentingnya Gerakan Merawat Pertiwi dalam Partai PDIP
Gerakan merawat bumi bukan hanya sekadar slogan musiman bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melainkan telah menjadi bagian dari kultur partai sejak zaman Bung Karno dan kepemimpinan Megawati. Hal ini dijelaskan oleh Hasto, bahwa merawat pertiwi adalah manifestasi dari rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai kemanusiaan dan filosofi Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) menjadi landasan dari gerakan ini, menggarisbawahi keterikatan manusia dengan alam dan sesama.
Megawati sendiri sudah memberikan instruksi kepada Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP untuk aktif membantu korban musibah, seperti banjir di Sumatra. Kader-kader partai turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan terdistribusi dengan baik. Hasto juga menegaskan bahwa gerakan grassroots PDIP memiliki peran yang penting dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Di Jambi, Sungai Batanghari dianggap menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan memiliki sejarah yang kaya. Hasto memberikan pesan khusus untuk menjaga sungai tersebut, sebagai bagian dari upaya merawat pertiwi. Ketua DPD PDIP Jambi, Edi Purwanto, juga menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menjalankan komando partai dan mematuhi seruan Merawat Pertiwi. Melalui upaya ini, PDIP berusaha memperkuat hubungan antara manusia dan alam, serta memberikan kontribusi positif dalam menjaga lingkungan.


