More

    Borok Sentral Buku Kwitang Terungkap: Kuburan Sepi

    Kawasan sentra toko buku di Kwitang, Jakarta Pusat menghadapi masa yang sulit dengan banyaknya pedagang buku yang menutup atau pindah ke lokasi lain. Dari ratusan lapak buku yang ada sebelumnya, kini hanya tersisa delapan toko yang bertahan. Beberapa pedagang menyalahkan penurunan minat baca masyarakat, pergeseran ke marketplace online, dan adanya pandemi Covid-19 sebagai penyebab sepinya bisnis toko buku di sana.

    Salah satu pedagang bernama Mirna mengungkapkan bahwa bukan Covid-19 yang menjadi penyebab utama, namun karena masyarakat lebih suka membaca melalui smartphone daripada pergi ke toko buku. Hal ini membuat minat baca buku semakin menurun sejak kehadiran teknologi hape yang semakin canggih. Meskipun begitu, masih ada sebagian masyarakat yang tetap setia datang ke toko buku Kwitang, terutama untuk mencari buku-buku khusus seperti politik dan filsafat.

    Pedagang lain bernama Risna juga menyatakan bahwa sepinya toko buku di Kwitang sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun situasi semakin buruk akibat pandemi Covid-19. Dia juga mencoba menjual buku melalui toko online, namun hasilnya tidak berbeda signifikan. Penjualan buku di Kwitang juga dipengaruhi oleh lesunya daya beli masyarakat dan kemudahan untuk mencari informasi melalui media sosial. Semua faktor ini menyebabkan bisnis toko buku di Kwitang mengalami penurunan yang signifikan.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles