Di tengah pasar kripto yang masih dipenuhi tanda tanya, satu pergerakan besar justru mencuri perhatian: investor jumbo kembali memborong Ethereum dalam skala yang disebut sebagai yang terbesar sejak siklus 2021. Langkah ini muncul saat banyak analis justru menilai altcoin—di luar Bitcoin dan Ethereum—masih belum menunjukkan kekuatan yang meyakinkan.
Sinyal Altcoin Masih Lemah
Johnny Woo, seorang analis pasar, menilai grafik mingguan altcoin masih memperlihatkan kelemahan yang jelas. Menurutnya, kondisi ini membuat para investor besar maupun trader agresif cenderung tidak nyaman. Ia juga menyoroti bahwa total kapitalisasi pasar altcoin, jika Bitcoin dan Ethereum dikeluarkan, mulai memunculkan sinyal jual yang cukup tegas.
Dengan membaca pola tersebut, Woo meragukan altseason akan datang dalam waktu dekat. Bahkan, ia memperkirakan fase bullish berikutnya baru berpeluang muncul pada kuartal pertama 2026. Pandangan ini mempertegas bahwa pasar belum benar-benar menemukan momentum baru di luar dua aset kripto utama tersebut.
Altseason Masih Jauh dari Harapan
Sejumlah analis yang dikutip dari Yahoo Finance juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka menilai indeks altseason tahunan saat ini berada di level yang lebih rendah dibandingkan November 2022, sebuah kondisi yang menunjukkan pasar belum mampu menghidupkan kembali minat luas terhadap aset-aset alternatif.
Sentimen hati-hati ini tidak lepas dari ketidakpastian arah Bitcoin dalam waktu dekat. Selama aset kripto terbesar itu belum memberi sinyal yang lebih jelas, altcoin cenderung bergerak tanpa dukungan kuat. Situasi tersebut membuat ekspektasi atas reli besar di pasar alternatif masih tertahan.
Bitcoin Dekat Level Teknis Penting
Analis lain yang dikenal dengan nama Mister Crypto menyoroti posisi Bitcoin yang kini sangat dekat dengan rata-rata pergerakan 50 mingguan. Dalam sejarah pergerakan harga, level teknikal ini kerap menjadi titik yang menentukan apakah Bitcoin mampu bertahan atau justru masuk ke koreksi yang lebih dalam.
Karena itu, pasar saat ini berada pada fase yang sensitif. Di satu sisi, pembelian besar pada Ethereum memberi sinyal bahwa sebagian investor masih melihat peluang. Di sisi lain, kelemahan altcoin dan posisi teknikal Bitcoin menunjukkan bahwa euforia pasar belum benar-benar kembali.
Source link


