PDIP Soroti Desa Wisata dan Maritim di Tengah Lesu Ekonomi
Di saat ekonomi nasional masih menghadapi tekanan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih menaruh perhatian pada dua sektor yang dinilai dekat dengan rakyat: desa wisata dan ekonomi maritim. Melalui diskusi, pameran UMKM, hingga kunjungan ke desa wisata, partai berlambang banteng itu menampilkan konsolidasi ideologi, politik, dan ekonomi yang diklaim berpihak pada kerakyatan.
PDIP Dorong Gerak Ekonomi dari Desa dan Pesisir
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya ingin terus hadir bersama rakyat, bukan sekadar dalam ruang politik, tetapi juga lewat kerja nyata di lapangan. Ia menyebut penguatan desa wisata dan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari perjuangan partai untuk memenangkan hati rakyat melalui gotong royong.
Kehadiran PDIP di Cirebon juga menjadi penanda bahwa sektor pariwisata dan kelautan masih dipandang sebagai penopang ekonomi yang strategis. Berdasarkan data BPS 2024, pariwisata menyumbang 5,2 persen terhadap PDB nasional. Dari lebih dari 2.000 desa wisata aktif di Indonesia, hampir separuh berada di wilayah pesisir dan perdesaan.
Potensi Maritim Masih Belum Maksimal
Selain pariwisata, PDIP juga menyoroti besarnya potensi ekonomi maritim Indonesia yang belum sepenuhnya tergarap. Di wilayah seperti Cirebon dan Pantura Jawa Barat, para nelayan masih berhadapan dengan persoalan klasik, mulai dari modernisasi alat tangkap hingga naik-turunnya harga ikan.
Situasi itu membuat penguatan sektor pesisir menjadi penting, bukan hanya untuk nelayan, tetapi juga bagi ekosistem ekonomi di sekitarnya. PDIP melihat sinergi antara desa wisata dan ekonomi pesisir sebagai jalan untuk membangun basis pertumbuhan ekonomi rakyat yang lebih merata.
Cirebon Jadi Ruang Serap Aspirasi
Diskusi yang digelar di Cirebon tidak berhenti pada seremoni. Forum itu diarahkan untuk memetakan kebutuhan, tantangan, dan peluang yang dihadapi masyarakat desa wisata serta nelayan pesisir. Hasilnya diharapkan bisa menjadi bahan kerja partai di daerah.
Langkah tersebut juga diposisikan selaras dengan gagasan Bung Karno tentang bangsa yang kuat melalui penguasaan laut dan tanahnya sendiri. Dalam konteks itu, PDIP ingin menunjukkan bahwa politik tidak hanya soal perebutan pengaruh, tetapi juga soal keberpihakan pada sektor-sektor yang langsung menyentuh hidup masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan di Cirebon, PDIP menegaskan kembali pola pendekatannya: turun ke bawah, mendengar persoalan warga, lalu menghubungkannya dengan agenda ekonomi yang lebih besar. Di tengah lesunya ekonomi, desa wisata dan pesisir kini dipasang sebagai titik tumpu yang dianggap paling dekat dengan denyut rakyat.
Source link


