Mohammad Ahsan bukan hanya dikenal sebagai salah satu pebulu tangkis terbaik Indonesia, tetapi juga sebagai atlet yang membawa nilai spiritual ke dalam permainan. Di balik prestasi dan reputasinya di level internasional, Ahsan punya kebiasaan yang membuat sosoknya menonjol: ia berusaha menjaga ajaran agama bahkan saat berada di lapangan. Perubahan itu semakin terlihat setelah ia menjalani ibadah umroh pada 2016, yang disebut menjadi titik penting dalam cara pandangnya terhadap penampilan dan perilaku sehari-hari.
Perubahan Setelah Umroh 2016
Sejak pulang dari umroh, Ahsan dikenal semakin konsisten menjalankan perintah agama, baik dalam keseharian maupun saat bertanding. Sikap religiusnya tidak berhenti pada urusan pribadi, tetapi juga tampak dalam kebiasaan yang ia jaga ketika mengenakan perlengkapan tanding. Bagi Ahsan, olahraga tetap bisa dijalani tanpa meninggalkan prinsip yang ia yakini.
Menjaga 3 Sunnah Nabi Muhammad SAW Saat Bertanding
Salah satu wujud komitmen itu adalah upayanya menjalankan 3 Sunnah Nabi Muhammad SAW di lapangan. Ahsan juga menutup aurat dengan memakai legging saat bertanding, sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama. Langkah ini menunjukkan bahwa baginya, prestasi dan keteguhan iman tidak perlu dipertentangkan. Justru, keduanya bisa berjalan berdampingan.
Prestasi Besar di Tengah Keteguhan Sikap
Di sisi lain, nama Ahsan tetap tercatat sebagai bagian penting dari sejarah bulu tangkis Indonesia. Bersama Tim Bulu Tangkis Indonesia, ia ikut mengantar kemenangan di Piala Thomas 2020. Selain itu, sederet gelar juara dunia juga memperkuat statusnya sebagai atlet elite. Kombinasi antara prestasi dan ketaatan itulah yang membuat Mohammad Ahsan kerap dipandang sebagai sosok inspiratif, bukan hanya karena permainannya, tetapi juga karena cara ia menjaga nilai yang diyakininya di tengah kerasnya kompetisi.


