More

    Konsumsi MBG Berlebihan di Bima: 12 Orang Alami Mual dan Diare

    Konsumsi MBG Berlebihan di Bima: 12 Orang Alami Mual dan Diare

    Kasus dugaan gangguan kesehatan usai konsumsi MBG di SDN 11 Kota Bima menyisakan catatan serius soal keamanan pangan. Dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 8 Oktober, belasan orang harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami mual dan diare usai menyantap makanan tersebut di waktu yang berbeda-beda.

    Keluhan Muncul Setelah Makanan Dibawa ke Rumah

    Penjaga sekolah SDN 11, Yunus, bersama empat anggota keluarganya menjadi kelompok pertama yang dilarikan ke RSUD Kota Bima setelah mengonsumsi MBG pada sore dan malam hari. Tidak berhenti di situ, seorang guru di sekolah yang sama juga membawa MBG pulang ke rumah. Makanan itu kemudian dimakan suaminya keesokan harinya, Kamis (9/10), dan memicu dua anggota keluarga mengalami mual serta diare.

    Kepala Sekolah SDN 11 Kota Bima, Hartuti, menegaskan bahwa para pasien yang sempat dirawat bukan siswa aktif, melainkan keluarga penjaga sekolah dan keluarga guru. Keterangan ini penting untuk meluruskan bahwa insiden tersebut tidak langsung menimpa peserta didik yang sedang belajar di sekolah.

    12 Orang Sempat Dirawat di RSUD Kota Bima

    Setelah kejadian itu, total 12 orang yang terdiri dari siswa, keluarga penjaga sekolah, dan keluarga guru dibawa ke RSUD Kota Bima untuk menjalani perawatan. Mereka disebut mengalami keluhan yang serupa setelah terpapar makanan yang diduga menjadi pemicunya.

    Seluruh pasien kemudian dinyatakan membaik. Pada Senin (13/10), mereka telah pulih dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan dapat berdampak luas, bahkan ketika makanan tidak dikonsumsi dalam satu waktu yang sama.

    Catatan dari Peristiwa di SDN 11 Kota Bima

    Kasus ini memperlihatkan bahwa makanan yang dibawa pulang pun tetap menyimpan risiko bila penyimpanan atau penanganannya tidak tepat. Di SDN 11 Kota Bima, rangkaian keluhan yang muncul dari beberapa rumah tangga berbeda membuat insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles