More

    Transfer Pengetahuan Pencitraan Medis: Perkuat Kemampuan Tenaga Biomedis

    Transfer Pengetahuan Pencitraan Medis Dorong Kemandirian Tenaga Biomedis

    Upaya memperkuat layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dan penanganan kanker, kembali mendapat dorongan lewat pelatihan teknologi pencitraan medis di Surabaya. GE HealthCare bersama Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) menggelar workshop di RS Kemenkes Surabaya, Jawa Timur, dengan fokus pada transfer pengetahuan terbaru agar tenaga biomedis mampu mengoperasikan sekaligus merawat perangkat pencitraan secara lebih mandiri.

    Fokus pada CT, MRI, PET, dan SPECT

    Workshop ini menyoroti teknologi yang selama ini menjadi tulang punggung diagnosis modern, mulai dari CT, MRI, PET, hingga SPECT. Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami fungsi alat, tetapi juga mampu mengoptimalkan kinerja perangkat agar hasil pemeriksaan lebih akurat, terutama pada kasus-kasus kanker yang membutuhkan ketelitian tinggi.

    Langkah ini dinilai penting karena kualitas diagnosis sangat bergantung pada kemampuan teknis di balik operasional alat. Dengan pengetahuan yang lebih mutakhir, tenaga biomedis diharapkan dapat menangani teknologi pencitraan secara lebih efektif tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal.

    Kompetensi yang seragam di seluruh Indonesia

    Ketua Umum DPP IKATEMI, Agus Komarudin, menegaskan bahwa transfer pengetahuan di bidang pencitraan medis tidak hanya berkaitan dengan ketepatan diagnosis. Menurut dia, pelatihan seperti ini juga dibutuhkan untuk mendorong standar kompetensi yang lebih merata di seluruh Indonesia.

    Ia menilai, perubahan dalam layanan kesehatan menuntut tenaga medis dan teknis untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, workshop ini dipandang sebagai salah satu cara memperkuat kemampuan sumber daya manusia agar layanan rumah sakit menjadi lebih responsif, lebih presisi, dan tetap berorientasi pada pasien.

    RS Kemenkes Surabaya dorong inovasi layanan kanker

    RS Kemenkes Surabaya menyambut kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan edukasi dan inovasi dalam perawatan kanker. Sebagai rumah sakit vertikal terbesar di Jawa Timur, rumah sakit tersebut menyatakan komitmennya untuk terus berkembang sebagai pusat keunggulan yang menggabungkan layanan klinis, pendidikan, dan penelitian.

    Melalui kolaborasi dengan GE HealthCare dan IKATEMI, RS Kemenkes Surabaya ingin memastikan bahwa layanan yang diberikan tidak tertinggal dari perkembangan teknologi kesehatan. Di tengah kebutuhan akan diagnosa yang cepat dan akurat, peningkatan kapasitas tenaga biomedis menjadi bagian penting dari pembenahan layanan secara menyeluruh.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles