More

    Luca Marini Optimis Honda Bangkit di MotoGP 2026: Target Juara

    Luca Marini menatap MotoGP 2026 dengan keyakinan yang tidak biasa besar untuk ukuran tim yang masih mengejar ketertinggalan. Pembalap Honda HRC Castrol itu menilai arah pengembangan Honda mulai menunjukkan hasil nyata, sehingga peluang untuk tampil jauh lebih kompetitif musim depan terbuka lebar. Bagi Marini, tanda-tanda kebangkitan itu bukan sekadar harapan kosong, melainkan buah dari kerja teknis yang terus bergerak ke arah yang tepat.

    Honda Mulai Menemukan Arah

    Marini, yang merupakan adik tiri Valentino Rossi, menyebut Honda berada dalam jalur perkembangan yang menjanjikan. Meski saat ini Honda masih tertinggal dari pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM, ia melihat ada lompatan penting dalam performa motor yang sedang mereka bangun. Fokus terbesar, menurut Marini, ada pada sektor mesin yang dinilai berkembang dengan cukup baik.

    Optimisme itu juga datang dari posisi Marini sendiri di musim 2025. Ia saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan 108 poin, tepat di belakang Johann Zarco. Situasi tersebut membuat pandangannya terhadap proyek Honda terasa lebih berbobot, karena ia merasakan langsung progres motor di lintasan.

    Modal Penting Menuju Era 850cc

    Honda tak hanya berpikir untuk musim depan, tetapi juga menyiapkan fondasi menghadapi perubahan besar pada 2027, ketika regulasi 850cc mulai berlaku. Dalam konteks itu, kemajuan yang mereka capai sekarang dianggap sangat penting. Marini menilai kerja pengembangan yang dilakukan Honda bisa menjadi bekal untuk tetap kompetitif saat peta persaingan berubah total.

    Ia percaya Honda punya kemampuan untuk mengejar selisih dengan para rival, terutama jika peningkatan pada mesin terus berlanjut. Menurut Marini, langkah-langkah teknis yang dilakukan saat ini sudah berada di jalur yang benar untuk membuat Honda lebih kuat di MotoGP 2026.

    Evaluasi Komponen dan Arah Baru

    Selain mesin, Marini juga menyinggung soal bagian teknis lain yang sedang dikaji Honda. Salah satunya adalah kemungkinan kembali memakai lengan ayun aluminium setelah menemukan kelemahan pada lengan ayun karbon yang digunakan di MotoGP 2025. Perubahan ini menunjukkan bahwa Honda masih terus mencari kombinasi terbaik untuk meningkatkan stabilitas dan performa motor.

    Dengan berbagai pembaruan tersebut, Marini tidak ragu menyebut Honda bisa kembali tampil sebagai penantang serius. Baginya, target menuju MotoGP 2026 bukan sekadar memperbaiki hasil, tetapi ikut masuk dalam persaingan untuk meraih kemenangan dan, pada level tertinggi, juara.

    Berita Terbaru

    Related articles