Kinerja Purbaya Meyakinkan, Prabowo Tak Rencanakan Tambah Wamenkeu Baru
Presiden Prabowo Subianto belum melihat alasan untuk menambah wakil menteri keuangan baru meski Anggito Abimanyu resmi meninggalkan jabatan Wamenkeu dan kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dari Istana, sinyal yang muncul justru sebaliknya: struktur di Kementerian Keuangan dinilai masih cukup kuat untuk menopang kerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya Dinilai Masih Mampu Menjalankan Tugas
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, belum ada pembahasan untuk membuka kursi Wamenkeu baru. Menurut dia, penilaian itu tak lepas dari kinerja Purbaya yang dianggap meyakinkan dalam memimpin kementerian. Karena itu, pemerintah memilih tidak tergesa-gesa menambah formasi baru di Kementerian Keuangan.
“Belum, belum ada rencana nambah,” kata Prasetyo, menegaskan bahwa kebutuhan internal Kemenkeu untuk saat ini masih bisa ditangani dengan susunan yang ada.
Dua Wamenkeu Masih Dianggap Memadai
Prasetyo juga menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Keuangan sudah memiliki dua wakil menteri, yakni Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono. Bagi Presiden Prabowo, komposisi tersebut dinilai masih cukup untuk membantu Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas fiskal sekaligus memastikan urusan administrasi kementerian tetap berjalan.
Dengan pertimbangan itu, pengunduran diri Anggito tidak langsung diikuti penunjukan pengganti. Pemerintah tampaknya memilih membaca kebutuhan di lapangan terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah tambahan pejabat benar-benar diperlukan.
Penataan Kabinet Terus Berjalan
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyaksikan pengucapan sumpah/janji anggota Dewan Komisioner LPS di Istana Negara, bersamaan dengan pengumuman susunan baru lembaga tersebut. Momen itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penataan Kabinet Merah Putih yang masih terus bergerak.
Di saat yang sama, Prabowo juga melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo. Sejumlah perubahan itu menunjukkan pemerintah tengah merapikan komposisi pejabat agar mesin birokrasi tetap efektif dan arah kerja kabinet bisa dijalankan lebih optimal.
Source link


