Misteri Kemerosotan Francesco Bagnaia di MotoGP Mandalika 2025
Mandalika kembali jadi panggung yang menyulitkan Francesco Bagnaia. Setelah membawa modal meyakinkan dari Motegi, pembalap Ducati Lenovo itu justru terpuruk saat MotoGP Mandalika 2025 digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. Bukannya melanjutkan tren positif, Bagnaia malah menjalani akhir pekan yang penuh masalah, gagal finis di sprint race dan tak mampu menuntaskan balapan utama.
Dari Motegi ke Mandalika, ritme Bagnaia seperti hilang
Performa Bagnaia di Mandalika terasa kontras jika dibandingkan dengan penampilannya di Motegi. Ia datang dengan harapan besar, tetapi sejak awal sudah kesulitan menemukan feeling yang dibutuhkan untuk bersaing di barisan depan. Alur balapnya tampak tidak menyatu, dan situasi itu makin jelas ketika ia hanya mampu menutup sprint race di posisi terakhir, dengan jarak yang sangat jauh dari para pesaingnya.
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Mandalika bukan hanya sirkuit yang menuntut adaptasi tinggi, tetapi juga tempat di mana Bagnaia gagal mengubah bekal positif menjadi performa yang bisa diandalkan. Sepanjang akhir pekan, ia seperti terus mengejar ritme yang tak pernah benar-benar datang.
Balapan utama berakhir di lap kedelapan
Kekecewaan Bagnaia bertambah besar saat balapan utama. Pada lap kedelapan, ia mengalami kecelakaan dan terjatuh, memupus peluang untuk memperbaiki hasil di hari sebelumnya. Insiden itu praktis menutup akhir pekan yang sudah lebih dulu berat, sekaligus mempertegas betapa sulitnya Bagnaia menaklukkan Mandalika kali ini.
Setelah balapan, Bagnaia juga memilih tidak menjalani tugas media sebagai dampak dari insiden tersebut. Keputusan itu menggambarkan betapa besar frustrasi yang ia rasakan setelah dua sesi balap berakhir tanpa poin dan tanpa hasil yang bisa dijadikan pegangan.
Ujian bagi Ducati Lenovo
Bagi Ducati Lenovo, hasil ini jelas menjadi pukulan. Ekspektasi tinggi yang dibawa dari Motegi berbalik menjadi akhir pekan yang jauh dari rencana. Mandalika kembali menunjukkan bahwa dalam MotoGP, momentum bisa berubah sangat cepat, bahkan untuk tim dan pembalap yang sebelumnya terlihat sedang berada di jalur yang tepat.
Untuk Bagnaia, persoalannya kini bukan hanya soal hasil buruk di satu seri, melainkan bagaimana ia menemukan kembali rasa percaya diri yang sempat muncul di Motegi. Di Mandalika, semua modal itu seolah tak berguna, dan yang tersisa hanyalah pekerjaan rumah besar bagi dirinya dan tim Ducati Lenovo.


