Pertemuan empat mata antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara kembali menjadi sorotan publik. Namun, di mata Istana, momen seperti itu bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, hubungan komunikasi keduanya memang sudah terjalin lama dan berlangsung dalam suasana akrab.
Pertemuan yang Dinilai Biasa oleh Pemerintah
Prasetyo menyebut, pertemuan Jokowi dan Prabowo bukan hal baru. Menurut dia, keduanya memang kerap berkomunikasi dan saling berkunjung dalam berbagai kesempatan. Ia bahkan mencontohkan kebiasaan Prabowo yang beberapa kali menyempatkan diri mampir ke kediaman Jokowi saat berada di Jawa Tengah untuk kunjungan kerja.
“Saat Pak Prabowo berkesempatan berkunjung ke Jawa Tengah, beliau selalu mampir atau sowan,” ujar Prasetyo, menggambarkan hubungan yang selama ini tetap terjaga dengan baik.
Makan Siang Dua Jam dan Saling Bertukar Pandangan
Prasetyo juga mengungkapkan bahwa kunjungan terakhir Jokowi ke Jakarta memang sudah direncanakan untuk bertemu dan makan siang bersama Prabowo. Pertemuan itu berlangsung sekitar dua jam, cukup lama untuk membahas sejumlah hal yang dinilai penting.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi disebut turut memberikan masukan kepada Prabowo. Namun, Prasetyo tidak menjelaskan secara rinci isi pembicaraan keduanya. Ia hanya menekankan bahwa suasana pertemuan berlangsung serius, tetapi tetap hangat dan cair.
Komunikasi yang Tetap Terbuka
Di tengah perhatian publik terhadap hubungan dua tokoh nasional ini, pertemuan di Kertanegara menunjukkan bahwa komunikasi di antara Jokowi dan Prabowo masih berjalan baik. Bagi pemerintah, kedekatan seperti itu dianggap wajar, mengingat keduanya sama-sama lama berada di pusat panggung politik nasional dan memiliki riwayat interaksi yang cukup panjang.
Source link


