Penanganan gangguan tidur tergantung pada penyebabnya. Jika dipicu oleh rasa sakit atau faktor lingkungan, memperbaiki kondisi tersebut biasanya sudah cukup membantu. Namun, jika disebabkan oleh stres atau kecemasan, terapi bisa menjadi pilihan yang lebih efektif. Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) direkomendasikan sebagai pengobatan utama oleh Zeitzer. Terapi ini akan mengajarkan pola pikir yang lebih baik terhadap insomnia sehingga memungkinkan untuk tidur lebih nyenyak. Penggunaan obat tidur seperti Ambien atau Lunesta bisa dilakukan untuk jangka pendek, namun tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang oleh para ahli. Menurut Kogan, obat tidur hanya merupakan solusi sementara jika faktor kognitif dan perilaku yang mendasarinya tidak diatasi. Ia juga menegaskan bahwa melatonin bukanlah solusi jangka panjang karena hanya membantu seseorang untuk memulai tidur, bukan mempertahankannya. Selain itu, penting untuk membangun rutinitas malam yang menenangkan, seperti mematikan perangkat elektronik, melakukan teknik relaksasi, atau menulis daftar pekerjaan sejak siang hari untuk menenangkan pikiran sebelum tidur. Fashanu menekankan pentingnya untuk tidak menunda mencari bantuan jika mengalami insomnia. Semakin lama gangguan tidur berlangsung, semakin sulit untuk mengobatinya.


