More

    Fajar Fikri Bidik 20 Besar Ranking Dunia BWF dengan Konsistensi Turnamen

    Meski baru berpasangan beberapa bulan, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri sudah memberi sinyal kuat bahwa mereka bukan sekadar duet sementara. Dalam empat turnamen yang mereka jalani, konsistensi menjadi modal utama yang membuat pasangan ini berani memasang target tinggi: menembus 20 besar ranking dunia BWF pada akhir 2025.

    Naik 15 Peringkat Usai Korea Open 2025

    Lompatan paling terasa datang setelah Fajar/Fikri finis sebagai runner-up di Korea Open 2025. Hasil itu langsung mengerek posisi mereka naik 15 strip dan kini bertengger di peringkat 34 dunia dengan koleksi 35.050 poin. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa pasangan ini mulai menemukan ritme permainan yang solid meski usia kebersamaan mereka masih terbilang singkat.

    Namun, capaian itu belum membuat mereka puas. Di tengah persaingan ganda putra yang ketat, Fajar dan Fikri justru melihat hasil positif itu sebagai pijakan, bukan garis akhir. Dengan masih tersisa empat turnamen, mereka menilai peluang untuk terus menambah poin tetap terbuka, selama performa bisa dijaga dari satu ajang ke ajang berikutnya.

    Target 20 Besar Masih Terbuka

    Fajar menegaskan dirinya ingin melangkah pelan tetapi pasti. Baginya, target 20 besar bukan sesuatu yang mustahil selama pasangan ini mampu mempertahankan konsistensi dan terus memperbaiki detail permainan. Keyakinan itu juga lahir dari rasa percaya diri yang tumbuh setelah mereka berhasil menembus partai puncak di Korea Open 2025.

    Di sisi lain, Fajar/Fikri tidak ingin terjebak dalam rasa puas. Gelar juara dan posisi runner-up yang sudah mereka raih memang menjadi bukti kualitas, tetapi keduanya tetap memilih untuk menatap turnamen berikutnya dengan kerja keras yang sama. Mereka sadar, dalam persaingan elite, tren positif harus dijaga agar tidak berhenti di satu hasil bagus saja.

    Kepercayaan Diri Jadi Modal, Revans Jadi Motivasi

    Selain memburu ranking, ada dorongan lain yang ikut menjaga semangat mereka, yakni keinginan untuk membalas kekalahan dari lawan-lawan sebelumnya. Motif revans itu menjadi bahan bakar tambahan bagi Fajar/Fikri untuk tampil lebih tajam dan lebih siap di laga-laga berikutnya. Dengan modal kepercayaan diri yang mulai terbentuk, pasangan ini berupaya membuktikan bahwa perkembangan mereka bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses yang terus berjalan.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles